Berapa harganya per meter persegi?

"Berapa harganya per meter persegi?"

Ita, 45th, Pemilik property

Pertanyaan di atas amat sering (bahkan hampir selalu) diutarakan pada sales rangka atap baja ringan. Kebanyakan salesman biasanya langsung menyebutkan harga per m2 dengan gampangnya. Tapi yang sudah berpengalaman dalam bidang rangka atap tidak akan semudah itu menjawab atau menyebut harga rangka atap baja ringan dalam hitungan m2. Mengapa? Mari simak alasannya.

Berbeda dengan penutup atap atau genteng yang bisa dihitung per m2 bidang miring atap, bentuk rangka batang pada rangka atap baja ringan terdiri dari susunan bahan yang bervariasi, tergantung dari perhitungan strukturnya. Kriteria penentu struktur itu di antaranya adalah berat material penutup atap yang ditopangnya (genteng, sirap, metal sheet, dll), beban plafon (beserta penggantungya), bentang kuda-kuda (jarak tumpuan ke tumpuan), sudut kemiringan atap dan tentunya bentuk atap itu sendiri (jurai, pelana, kemiringan tunggal, dll).

Dua contoh kasus berikut ini akan membantu penjelasan mengapa harga rangka atap baja ringan sesungguhnya tidak bisa dihitung per meter persegi bangunan. Gambar 1 menunjukkan dua bangunan yang berbeda, tapi mempunyai luas bidang datar (plan area) yang sama, yaitu 100 m2. Misalkan sudut kemiringan atap keduanya 30°, maka luas bidang miring atap (roof area) keduanya pun tetap sama sama, yaitu = 100 m2 / Cos 30° = 115,47 m2. Kita asumsikan pula beban penutup atap, plafond, dan lainnya dianggap sama.

Ketika dihitung dengan benar (menggunakan software dan memakai bahan dengan spesifikasi kekuatan yang tepat seperti diperhitungkan oleh software tersebut), rangka atap baja ringan untuk Rumah B pasti lebih murah harga per m2-nya dibanding Rumah A. Ini karena bentang kuda-kuda (truss span) untuk Rumah A adalah 10 meter, sedang Rumah B hanya 5 meter. Dengan bentang kuda-kuda yang lebih kecil, profil yang dipakai mungkin saja bisa lebih kecil. Di samping itu, faktor pemasangan kuda-kuda pun berpengaruh, di mana pemasangan kuda-kuda bentang kecil juga lebih mudah, sehingga upah pemasangan bisa ditekan.

Ketika dihitung dengan benar (menggunakan software dan memakai bahan dengan spesifikasi kekuatan yang tepat seperti diperhitungkan oleh software tersebut), rangka atap baja ringan untuk Rumah B pasti lebih murah harga per m2-nya dibanding Rumah A. Ini karena bentang kuda-kuda (truss span) untuk Rumah A adalah 10 meter, sedang Rumah B hanya 5 meter. Dengan bentang kuda-kuda yang lebih kecil, profil yang dipakai mungkin saja bisa lebih kecil. Di samping itu, faktor pemasangan kuda-kuda pun berpengaruh, di mana pemasangan kuda-kuda bentang kecil juga lebih mudah, sehingga upah pemasangan bisa ditekan.

Sementara itu Gambar 2 mengilustrasikan bentuk atap dengan sudut kemiringan yang berbeda. Rumah C mempunyai sudut kemiringan atap 30° (tiga puluh derajat) sedangkan Rumah D bersudut kemiringan atap 45°. Kita asumsikan beban-beban yang ditopang kedua atap rumah tersebut sama. Harga per m2 bidang miring atap untuk Rumah D pasti lebih mahal daripada Rumah C, karena bahan untuk struktur rangka atapnya jauh lebih banyak dibanding Rumah C.

Hal sama terjadi dengan berat material penutup atap terhadap harga per m2 rangka atap. Bila menggunakan genteng dari bahan keramik atau beton yang mempunyai berat sekitar 40-50 kg per m2, tentu saja biaya yang dibutuhkan untuk membuat rangka atap baja ringannya lebih mahal dibanding jika menggunakan genteng metal yang hanya sekitar 7-8 kg per m2. Jadi jika ada dua atap yang bentuk, ukuran, bentangan kuda-kuda dan kemiringan yang sama persis namun jenis penutup atapnya berbeda, maka harga per m2-nya juga akan berbeda.

Kesimpulannya, jika ingin menghitung biaya rangka atap baja ringan, cukup percayakan saja pada pemasok atau penjual rangka atap baja ringan yang memiliki perhitungan struktur yang baik, dan memiliki reputasi baik.

Hubungi Kami